Mobil listrik kini bukan sekadar tren tapi jadi pilihan cerdas bagi banyak orang yang ingin hemat biaya operasional sekaligus ramah lingkungan. Salah satu model yang menarik perhatian di Indonesia adalah Polytron G3 Series, EV (Electric Vehicle) dengan harga kompetitif dan fitur modern yang pas untuk penggunaan harian maupun weekend getaway.
Namun, sebelum benar-benar beralih, banyak calon pemilik yang bertanya: “Berapa sih biaya yang harus disiapkan untuk nge-charge mobil listrik, terutama Polytron G3?” Artikel ini akan membantu kamu memahami cara menghitung biaya charge EV dengan mudah, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi total budget yang perlu kamu siapkan.
Dasar Perhitungan Biaya Charge Mobil Listrik
Cara paling sederhana untuk menghitung biaya charging adalah dengan rumus ini:
Biaya Charge = Kapasitas Baterai × Tarif Listrik per kWh
- Kapasitas baterai diukur dalam kWh (kilowatt-hour), menunjukkan seberapa besar energi yang bisa disimpan.
- Tarif listrik per kWh adalah harga yang dikenakan untuk setiap energi listrik yang kamu gunakan saat nge-charge.
Charging di Rumah: Lebih Hemat dan Praktis
Pengisian daya di rumah umumnya lebih hemat dibanding charging di luar. Tarif listrik rumah di Indonesia berada di kisaran Rp1.444 – Rp1.700 per kWh, tergantung golongan listrik PLN.
Keuntungan Home Charging
- Tidak perlu keluar rumah
- Tarif listrik lebih stabil dan terjangkau
- Bisa dilakukan malam hari saat mobil tidak digunakan
Estimasi Biaya dan Waktu Charging di Rumah
Pengisian daya di rumah menjadi pilihan paling praktis karena bisa dilakukan malam hari saat mobil tidak digunakan, sehingga keesokan paginya mobil siap dipakai tanpa mengganggu aktivitas harian.
Polytron G3 Series memiliki kapasitas baterai sekitar 51,9 kWh dengan jarak tempuh hingga 402 km dalam kondisi baterai penuh. Sebagai gambaran yang lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari, jarak Jakarta–Bandung via tol berkisar ±150 km.
Artinya, satu kali pengisian penuh Polytron G3 secara teori cukup untuk perjalanan pulang-pergi Jakarta–Bandung (PP), tergantung kondisi jalan, gaya berkendara, dan penggunaan fitur kendaraan.
Perhitungan Biaya Charging di Rumah
Jika kamu melakukan pengisian daya dari 10% hingga 100%, maka energi yang diisi sekitar 90% dari total kapasitas baterai:
- 90% × 51,9 kWh = 46,7 kWh
Dengan asumsi tarif listrik Rp1.700/kWh, maka:
- 46,7 kWh × Rp1.700 = Rp79.390-Rp80.000
Estimasi Waktu pengisian di rumah menggunakan AC charger:
- Polytron G3 (6,6 kW): kurang dari 5 jam
- Polytron G3+ (11 kW): kurang dari 3,5 jam
Dengan daya lebih besar, proses charging jadi lebih efisien dan cocok untuk pengguna dengan mobilitas tinggi.
Chargingdi SPKLU: Lebih Cepat Saat Dibutuhkan
SPKLU kini semakin mudah ditemukan di pusat perbelanjaan, rest area tol, hingga area publik lainnya. Tarif charging di SPKLU memang sedikit lebih tinggi, namun keunggulannya ada pada kecepatan pengisian daya.
Contoh Perhitungan Biaya di SPKLU
Polytron G3 Series memiliki kapasitas baterai sekitar 51,9 kWh. Jika kamu melakukan DC fast charging dari 10% ke 100%, maka energi yang diisi sebesar:
90% × 51,9 kWh = 46,7 kWh
Estimasi Biaya Charging
- Tarif terendah SPKLU (Rp1.650/kWh): 46,7 kWh × Rp1.650 = Rp77.055
- Tarif tertinggi SPKLU (Rp2.475/kWh): 46,7 kWh × Rp2.475 = Rp115.583
Estimasi Waktu Charging di SPKLU
Dengan dukungan DC fast charging, pengisian daya dari 10% hingga 100% umumnya membutuhkan waktu sekitar 60–75 menit, tergantung kapasitas charger dan kondisi baterai.
Meski lebih mahal dari charging di rumah, biaya ini tetap jauh lebih hemat dibandingkan pengeluaran bahan bakar mobil konvensional.
Perbandingan Biaya per KM: Mobil ICE vs Polytron G3 Series
Agar lebih mudah dibayangkan, berikut simulasi biaya operasional per kilometer antara mobil bensin (ICE) dan mobil listrik Polytron G3 Series, menggunakan asumsi realistis untuk penggunaan harian.
1. Mobil ICE (Bensin)
Asumsi:
-
Konsumsi BBM: 8 km/liter
-
Harga bensin: Rp12.750/liter
Biaya per km:
1 km = 1 / 8 liter
1 km = 0,125 liter
0,125 × Rp12.750 = Rp1.594 per km
2. Polytron G3 Series (Buy to Own)
Asumsi:
-
Efisiensi energi: 7 km/kWh
-
Tarif listrik rumah: Rp1.694/kWh
Biaya per km:
1 km = 1 / 7 kWh
1 km ≈ 0,143 kWh
0,143 × Rp1.694 ≈ Rp242 per km
3. Polytron G3 dengan Skema BaaS (Sewa Baterai)
Asumsi BaaS:
-
Biaya BaaS: Rp1.200.000 per bulan
-
Jarak tempuh: 1.500 km/bulan
Biaya BaaS per km:
Rp1.200.000 ÷ 1.500 km = Rp800 per km
Total biaya per km EV + BaaS:
Rp242 (listrik) + Rp800 (BaaS) = Rp1.042 per km
Simulasi Biaya Bulanan (1.500 km / bulan)
| Jenis Kendaraan | Biaya per km | Total per Bulan |
|---|---|---|
| ⛽ Mobil ICE | Rp1.594/km | Rp2.391.000 |
| ⚡ EV Polytron G3 (Buy to Own) | Rp242/km | Rp363.000 |
| ⚡ EV Polytron G3 + BaaS | Rp1.042/km | Rp1.563.000 |
BACA JUGA: Showroom EV Gallery & Service Ke-3 Polytron Resmi Dibuka! Intip Fasilitas 3S-nya yang Super Lengkap
Opsi Kepemilikan Fleksibel
Selain efisiensi biaya operasional, Polytron G3 Series juga menawarkan fleksibilitas dalam kepemilikan. Kamu bisa memilih skema yang paling sesuai dengan kebutuhan dan perencanaan keuangan.
Salah satu opsi menariknya adalah Battery-as-a-Service (BaaS), yaitu skema sewa baterai yang membuat harga kendaraan menjadi lebih terjangkau di awal.
Dengan skema BaaS, Polytron G3 tersedia dengan harga Rp299.000.000 (di luar biaya sewa baterai bulanan).
Alternatif lainnya, kamu juga bisa memilih Buy to Own, pembelian baterai langsung bagi yang menginginkan kepemilikan penuh sejak awal. Fleksibilitas ini memberi kebebasan bagi konsumen untuk menentukan skema yang paling nyaman secara finansial.
Beralih ke mobil listrik seperti Polytron G3 Series bukan hanya soal gaya hidup masa kini, tapi juga memperhitungkan biaya operasional yang lebih efisien. Dengan memahami cara menghitung biaya charge baik di rumah maupun di SPKLU kamu jadi bisa merencanakan budget dengan lebih matang.
Siap untuk beralih ke mobil listrik? Yuk, hitung dulu biaya charge-mu biar perjalanan harian kamu makin hemat dan nyaman!
