Pentingnya Mengetahui HPP untuk Bisnis Kuliner
Banyak pelaku UMKM kuliner menentukan harga jual hanya dengan melihat harga pasar atau sekadar menambahkan margin kira-kira. Padahal, tanpa menghitung HPP (Harga Pokok Produksi) secara tepat, kamu bisa saja menjual produk dengan margin yang terlalu tipis, bahkan tanpa sadar justru merugi.
Mengetahui HPP membantu kamu untuk:
- Menentukan harga jual yang lebih tepat
- Mengatur margin keuntungan
- Mengontrol food cost
- Menjalankan promo tanpa mengorbankan profit
- Menjaga bisnis tetap sehat dan berkelanjutan
Supaya lebih mudah dipahami, berikut langkah sederhana cara menghitung HPP mulai dari per loyang sampai per potong (slice).
BACA JUGA: Rahasia Takjil Cepat Habis! Ternyata Ini Cara Menata Minuman di Showcase
Cara Menghitung HPP
1. Hitung Biaya Bahan Baku per Batch
Langkah pertama adalah menghitung semua bahan baku yang kamu gunakan dalam satu kali produksi.
Contohnya membuat brownies 1 loyang:
| Bahan | Jumlah | Harga |
| Tepung | 250 gr | Rp5.000 |
| Gula | 200 gr | Rp3.000 |
| Telur | 4 butir | Rp8.000 |
| Cokelat | 200 gr | Rp12.000 |
| Margarin | 150 gr | Rp6.000 |
Total bahan baku per loyang:
Rp34.000
Tips penting: selalu gunakan harga bahan terbaru supaya perhitungan HPP kamu tetap akurat.
2. Hitung Biaya Kemasan
Kemasan sering dianggap kecil, padahal kalau dijumlahkan bisa cukup besar dalam biaya produksi.
Contohnya:
- Box kue: Rp3.000
- Stiker brand: Rp500
- Plastik tambahan: Rp500
Total biaya kemasan:
Rp4.000 per loyang
Kalau produk kamu dijual per potong, biaya kemasan per slice juga perlu dihitung lagi.
3. Hitung Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya ini adalah biaya untuk orang yang terlibat langsung dalam proses produksi.
Contoh:
- Gaji karyawan: Rp2.400.000 per bulan
- Total produksi: 300 loyang per bulan
Maka biaya tenaga kerja per loyang:
Rp2.400.000 ÷ 300 = Rp8.000
Dengan cara ini kamu bisa tahu berapa kontribusi biaya tenaga kerja dalam setiap produk yang dijual.
4. Hitung Biaya Overhead Produksi
Overhead adalah biaya pendukung produksi yang sering tidak terlihat langsung, seperti:
- Listrik
- Gas
- Air
- Penyusutan alat
- Sewa tempat produksi
Contohnya:
- Total biaya overhead per bulan: Rp1.500.000
- Produksi: 300 loyang
Maka:
Rp1.500.000 ÷ 300 = Rp5.000 per loyang
5. Hitung Total HPP per Loyang
Sekarang kamu tinggal menjumlahkan semua biaya tadi.
- Bahan baku: Rp34.000
- Kemasan: Rp4.000
- Tenaga kerja: Rp8.000
- Overhead: Rp5.000
Total HPP per loyang:
Rp51.000
Ini adalah angka dasar yang harus kamu ketahui sebelum menentukan harga jual.
6. Hitung HPP per Slice
Kalau 1 loyang dipotong menjadi 10 slice, maka:
Rp51.000 ÷ 10 = Rp5.100 per slice
Dengan mengetahui HPP per unit, kamu bisa menentukan harga jual satuan dengan lebih akurat.
7. Contoh Menentukan Harga Jual dan Food Cost
Misalnya kamu menargetkan food cost 60%.
Rumus sederhananya:
Food Cost % = HPP ÷ Harga Jual × 100%
Jika HPP per loyang Rp51.000:
Harga jual yang disarankan:
Rp51.000 ÷ 60% = Rp85.000
Jika dijual per slice:
Rp85.000 ÷ 10 = Rp8.500 per potong
Artinya kamu mendapatkan margin kotor:
Rp85.000 – Rp51.000 = Rp34.000 per loyang
Dengan perhitungan seperti ini, harga jual kamu tidak lagi sekadar perkiraan, tapi sudah berdasarkan strategi bisnis yang sehat.
Menghitung HPP adalah langkah penting supaya bisnis kuliner kamu bisa berkembang dengan lebih stabil.
Dengan mengetahui:
- biaya bahan baku
- biaya kemasan
- biaya tenaga kerja
- biaya overhead
- total HPP per loyang
- HPP per unit
- serta food cost
kamu bisa menentukan harga jual yang tetap kompetitif sekaligus menghasilkan keuntungan yang jelas.
Ingat, bisnis yang terlihat ramai belum tentu benar-benar menghasilkan profit. Kuncinya ada pada pengelolaan biaya dan strategi harga yang tepat.
Yuk, Belajar Lebih Dalam!
Kalau kamu ingin belajar lebih banyak tentang cara mengembangkan usaha, mengatur biaya produksi, hingga meningkatkan profit bisnis kuliner,
Yuk, belajar lebih lanjut di Program Binaan Polytron Naik Level.
Program ini membantu pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnisnya agar lebih profesional, efisien, dan siap naik level.
